Deskripsi Masalah

Pertanyaan :
a.
Bolehkah melakukan praktik seperti di atas?
Jawaban
Melahirkan dengan cara
operasi caesar dengan alasan tersebut hukumnya haram karena tidak ada hajjah
muhimmah. Operasi caesar yang dapat dibenarkan apabila memenuhi dua
kriteria, yaitu:
1)
Dalam kondisi dharurat, yaitu adanya
kekhawatiran terancamnya jiwa ibu, bayi, atau keduanya secara bersamaan. Operasi caesar untuk menyelamatkan jiwa ibu,
misalnya untuk ibu yang mengalami eklampsia (kejang dalam kehamilan), mempunyai
penyakit jantung, persalinan tiba-tiba macet, pendarahan banyak selama
kehamilan, infeksi dalam rahim, atau dinding rahim yang menipis akibat bedah
caesar atau operasi rahim sebelumnya. Operasi caesar untuk menyelamatkan jiwa
bayi, yaitu jika sang ibu sudah meninggal dunia tapi bayi yang berada di dalam
perutnya masih hidup. Operasi caesar untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi
secara bersamaan, adalah ketika air ketuban pecah, namun belum ada kontraksi
akan melahirkan, bayi terlilit tali pusar, sehingga tidak dapat keluar secara
normal, usia bayi belum matang (prematur), posisi bayi sungsang dan lain-lain.
2)
Dalam kondisi hajat, yaitu kondisi di mana
menurut dukun/bidan/dokter ahli operasi merupakan jalan terbaik untuk
menghindari kondisi tertentu pada bayi atau ibunya misalnya untuk menghindari
cacat fisik, atau seperti kondisi ibu yang kesulitan untuk melahirkan, atau
efek negatif berkepanjangan pada ibu. Hal tersebut juga harus didasarkan pada pertimbangan
dampak negatif yang akan timbul apabila melalui proses persalinan yang wajar.

Dasar pengambilan hukum:
1.
الوجيز فى
أحكام الجراحة الطبيبة، جـ1. صـ4

2. فتاوى
الأزهر (6 / 177)

3. مغنى
المحتاج، جـ 4 صـ 296

4. الفقه الإسلامي وأدلته الجزء الثاني ص 2608 –
2609
يَرَى المَالِكِيَّةُ وَالحَنَابِلَةُ
عَمَلاً بِحَدِيْثِ:«كَسْرُ عَظْمِ المَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّاً» أَنَّه لاَيَجُوْزُ
شَقُّ بَطْنِ المَيْتَةِ الحَامِلِ لإِخْرَاجِ الجَنِيِنْ ِمِنْهُ؛ – إلى أن قال –
وَأجَازَ الشَّافِعِيَّةُ شَقَّ بَطْنِ المَيْتَةِ لإِخْرَاجِ وَلَدِهَا، وَشَقَّ
بَطْنِ المَيِّتِ لإِخْرَاجِ مَالٍ مِنْهُ – إلى أن قال – وَبِنَاءً عَلَى هَذِهِ
الآرَاءِ المُبِيْحَةِ: يَجُوْزُ التَّشْرِيْحُ عِنْدَ الضَّرُوْرَةِ أَوْ
الحَاجَةِ بِقَصْدِ التَّعْلِيْمِ لأَغْرَاضٍ طِبِّيَّةٍ، أَوْ لِمَعْرِفَةِ
سَبَبِ الوَفَاةِ وَإِثْبَاتِ الجِنَايَةِ عَلَى المُتَّهَمِ بِالقَتْلِ وَنَحْوِ
ذَلِكَ لأَغْرَاضٍ جِنَائِيَّةٍ إِذَا تَوَقَّفَ عَلَيْهَا الوُصُوْلُ إِلَى
الحَقِّ فِيْ أَمْرِ الجِنَايَةِ، – إلى أن قال – وَعَلَى كُلِّ حَالٍ يَنْبَغِي
عَدَمُ التَّوَسُّعِ فِيْ التَّشْرِيْحِ لِمَعْرِفَةِ وَظَائِفِ الأَعْضَاءِ
وَتَحْقِيْقِ الجِنَايَاتِ، وَالإِقْتِصَارُ عَلَى قَدْرِ الضَّرُوْرَةِ أَوْ
الحَاجَةِ إلخ
b.
Apakah hal tersebut tidak termasuk mengubah takdir dan ketentuan Allah yang
wajib dipatuhi?
Jawaban
Termasuk mengubah takdir dan ketentuan Allah.

Dasar pengambilan hukum:
الجواهر
فى تفسير قرأن العظيم، جـ3. صـ:84-85
واعلم أن أهم تفسير خلق الله فسأذكر لك هنا وهو تغيير
جهة الفطرة الإنسانية ألا ترى أن الله خلق فى كل قطر من أقطار الأرض أناسا لهم
مزايا فى اممهم وبعبارة أخرى أن كل أمة أشبه بجسم الإنسان ففيها من هم كالسمع
وكالبصر وكالشم وفيها من هم كاليد او العقل بالإستداد فى الأفراد تختلف كالإختلاف
فى الأعضاء فى الجسم والجسد ولقد وضحت هذا فى سورة البقرة عند قوله تعالى لا يكلف
الله نفسا إلا وسعها أن الناس قد اختلفوا فى فطرتهم وقابلياتهم فتجب ان يوضه كل فى
مكانه الذي استعد له اهـ
[1] Hasil Keputusan
Bahtsul Masail NU Pamekasan Bulan Desember 2012 di kediaman KH. R. Abd. Mannan Fadhali (Wakil Rois PCNU Pamekasan), Pondok Pesantren
Miftahul Qulub, Desa Polagan Kec. Galis Kab. Pamekasan (MWCNU Galis) Hari Sabtu (Malam Ahad), Tanggal 02 Shafar 1434 H. / 15 Desember 2012 M.
Labels:
Masalah lain-lain,
Pembahasan Bahtsul Masasil
Thanks for reading Memajukan hari kelahiran anak dengan operasi caesar. Please share...!
0 Comment for "Memajukan hari kelahiran anak dengan operasi caesar"